Tampilkan postingan dengan label rescue. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rescue. Tampilkan semua postingan
Kamis, 30 Juni 2011
Simulasi Bencana [II]
Ini adalah video kedua dari tiga video Simulasi Bencana
Salah satu metode dalam pelatihan Pengurangan Risiko dan Cepat Tanggap Bencana adalah dengan metode simulasi.
Diskenariokan, Yogyakarta digoncang gempa pada pukul 19:05 WIB. Ada banyak korban yang tertimpa reruntuhan. Peserta diperintahkan untuk merespons bencana dengan melakukan evakuasi dan menyiapkan barak pengungsi. Yang menjadi barak pengungsi adalah aula GKJ Sawokembar Yogyakarta
Pelatihan Pengurangan Risiko dan Cepat Tanggap Bencana [Foto-foto]
Pelatihan Pengurangan Risiko dan Cepat Tanggap Bencana, 28-30 Juni 2011 di Wisma CD Betesda, Yogyakarta. Diselenggarakan oleh Departemen Kesaksian dan Pelayanan, GKI SW Jateng.
Fasilitator dari Yakkum Emergency Unit (YEU).
Peserta 22 orang

Pembukaan: Pnt. Budi Lazarusli, ketua DKP memberikan sambutan
Fasilitator dari Yakkum Emergency Unit (YEU).
Peserta 22 orang
Pembukaan: Pnt. Budi Lazarusli, ketua DKP memberikan sambutan
| Sessi perkenalan: Utusan GKI Kebayoran Bari |
| Utusan GKI Karangsaru Semarang memperkenalkan diri |
| Makan siang |
| Utusan dari Gereja Kristen Jawa di Klaten |
| Diskusi |
| Diskusi Kelompok |
| Diskusi Kelompok |
| Diskusi Kelompok |
| Diskusi Kelompok |
| Ibu Ratna Susi dari YEU |
| Ibu Ratna Susi dari YEU |
| Ibu Ratna Susi dari YEU |
| Bintang pelatihan |
| Peserta |
| Peserta |
| Peserta |
Selasa, 17 Mei 2011
Pertolongan Pertama Gawat Darurat [9]
Luka karena sengatan listrik
- Matikan aliran atau pisahkan kontak korban dari sumbernya (alat listrik atau kabel).
- Jangan menarik korban langsung.
- Gunakan tongkat panjang seperti kayu kering, gagang sapu untukmenjauhkan sumber aliran listrik tersebut.
- Jangan sekali-kali menggunakan bahan besi dan pastikan tidak ada air di sekitar karena Anda juga bisa terkena sengatan.
- Periksa pernapasan korban -kalau berhenti, lakukan pernapasan bantuan mulut-ke-mulut.
- Kalau korban sudah bernapas kembali, tempatkan korban dalam posisi pemulihan dan rawat semua lukanya dan minta bantuan medis.
Pertolongan Pertama Gawat Darurat [7]
Pendarahan
Pendarahan berat maupun ringan jika tidak segera dirawat bisa berakibat fatal. Bila pendarahan terjadi, penting bagi penolong untuk menghentikannya secepat mungkin.
Ada dua jenis pendarahan; pendarahan luar (pendarahan dari luka) dan pendarahan dalam (pendarahan di dalam tubuh).
Pendarahan dalam lebih berbahaya dan lebih sulit untuk diketahui daripada pendarahan luar. Oleh karena itu tanda-tanda berikut harus diperhatikan.
Cara penanganan pendarahan dalam
1. Baringkan korban dengan nyaman dan longgarkan pakaiannya yang ketat.
2. Angkat dan tekuk kakinya, kecuali ada bagian yang retak.
3. Segera cari bantuan medis.4. Jangan memberi makanan atau minuman
5. Periksa korban setiap saat kalau dia mengalami syok (shock).
Cara penanganan pendarahan luar (pendarahan dari luka)
1. Baringkan korban dalam posisi pemulihan, kecuali bila ada luka di dada.
2. Periksa apakah luka berisi benda asing atau tulang yang menonjol. Jika ada, jangan sentuh luka; gunakanlah bantalan pengikat. Untuk keterangan lebih lanjut lihat bagian sebelumnya, "Merawat luka".
3. Jika luka tidak disertai tulang yang menonjol, segera tekan bagian tubuh yang terluka. Jika tidak ada pembalut yang steril, gunakan gumpalan kain atau baju bersih atau tangan untuk mengontrol pendarahan sampai menemukan pembalut dan bantalan yang steril. Jika korban dapat menekan sendiri, suruh korban menekan lukanya, untuk mengurangi risiko infeksi silang.
4. Balut luka dengan erat.
5. Angkat bagian tubuh yang terluka, lebih tinggi dari posisi jantung korban.
6. Jika darah membasahi pembalut, lepaskan pembalut dan gantilah bantalan. Walaupun pendarahan telah berhenti, jangan terburu-buru melepaskan pembalut, bantalan atau perban untuk menghindari terjadinya hal yang tak terduga.
7. Jangan memberi makanan atau minuman kepada korban yang mengalami pendarahan.8. Periksa korban setiap saat kalau-kalau dia mengalami syok (shock).
9. SEGERA cari bantuan medis.
Cara menghentikan pendarahan
1. Angkat bagian tubuh yang terluka.
2. Tekan bagian yang terluka dengan kain bersih.
3. Jika tidak ada, gunakan tangan Anda.
4. Tetap tekan bagian tubuh yang terluka sampai pendarahan terhenti.
5. Jika pendarahan tidak bisa diatasi dengan menekan bagian tubuh yang terluka, dan korban telah kehilangan banyak darah, maka dianjurkan untuk:
a. Tetap menekan dengan kuat bagian tubuh yang terluka
b. Mengangkat bagian tubuh yang terluka setinggi-tingginya
c. Mengikat bagian lengan atau kaki yang dekat dengan luka, sedekat-dekatnya.
d. Ikat di antara bagian yang terluka dengan badan korban. Kencangkan ikatan sampai pendarahan
Pertolongan Pertama Gawat Darurat [6]
Cara Merawat Luka
1. Menggunakan perban sebelum dibalut
Perban bisa digunakan sebagai penutup pelindung luka sebelum dibalut untuk mengendalikan, menyerap, menghentikan pendarahan, mengurangi rasa perih, mencegah infeksi dan luka lebih lanjut.
Usahakan untuk menggunakan perban yang steril dan tidak lengket.
Jika tidak ada, gunakan kain yang menyerap, bersih dan tidak lengket, seperti kain katun (sarung, seprai dll) atau pembalut wanita.
Jangan menggunakan kain yang terbuat dari serat langsung pada luka, sebab seratnya akan menempel.
2. Mengisi bantalan
Bantalan bisa dibuat dari beberapa lapis kain atau perban; diletakkan diatas perban agar menekan, menambah daya serap cairan serta melindungi luka. Bantalan dapat mencegah pembalut menyentuh luka jika ada benda atau tulang retak yang menonjol diluka.
3. Pembalut pembungkus luka
Luka perlu dibalut untuk mengendalikan pendarahan.
Mengencangkan perban dan bantalan, dapat mengurangi atau mencegah pembengkakan.
Menyangga kaki atau sendi dapat meredakan nyeri dan mencegah pergeseran pada kaki atau sendi.
Dalam keadaan darurat, bisa menggunakan kain, sarung bantal atau kain bersih untuk membalut.
Jangan membalut terlalu ketat. Pembengkakan, pucat atau biru pada jari tangan dan kaki, juga rasa kaku, terjepit, nyeri dan nadi tidak lancar di bagian bawah perban menandakan bahwa pembalut harus dilonggarkan.
4. Penggunaan belat atau bidaiBelat atau bidai digunakan untuk melindungi luka agar tidak bertambah parah. Belat atau bidai juga digunakan sebagai penopang atau pencegah bagian badan yang retak dari gerakan sembari menunggu bantuan medis datang.
5. Cara membuat penyangga
- Penyangga digunakan jika tempurung lutut, lengan atas, lengan bawah, pergelangan atau jari mengalami retak.
- Dalam keadaan darurat, Anda dapat menggunakan payung yang dilipat, koran yang digulung atau bahan seperti tongkat yang keras.
- Bahkan kaki yang tidak luka pun dapat digunakan sebagai penyangga (lihat gambar di bawah ini).
- Ikat erat kaki yang terluka dengan kaki yang tidak luka.Usahakan bagian yang terluka tidak bergeser saat memasang penyangga.
- Penyangga harus cukup panjang sampai kedua ujungnya menjangkau bagian yang retak.
- Periksa pengikat penyangga setiap 15 menit untuk memastikan bahwa sirkulasi darah tidak terganggu.
Langganan:
Postingan (Atom)
